Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

Peretasan Yang Paling Menghebohkan Sepanjang 2014 | Unik

Peretasan Yang  Paling Menghebohkan Sepanjang 2014 | Unik



Seiring tahun berlalu, kasus hacking atau peretasan semakin sering terjadi. Kasus peretasan umumnya bertujuan untuk mengambil data-data tertentu yang dimiliki target. Tapi ada juga peretasan yang bertujuan menghancurkan data atau sistem tertentu sehingga berdampak kerusakan digital.

Sementara itu kasus terbaru yang terjadi adalah peretasan Sony Pictures Entertainment yang memicu ketegangan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara pada 2014 ini.

Namun Sony bukan satu-satunya. Sepanjang 2014 ini ada sejumlah peretasan menghebohkan yang terjadi. Berikut ini lansiran salah satu media online, tentang peretasan paling heboh yang pernah terjadi di dunia:

1. Peretasan Sony Pictures Entertainment
Peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment terjadi pada 24 November 2014. Hari itu para karyawan perusahaan perfilman itu menemukan kejutan aneh: sebuah gambar tengkorak warna merah muncul di komputer-komputer mereka.

Bersama dengan itu, tampil jua pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan. Email perusahaan pun ditutup, akses VPN bahkan Wifi dipadamkan seiring tim admin IT mereka berusaha memerangi penyusup itu.

Selanjutnya terjadi kehebohan besar. Kelompok peretas yang mengaku sebagai Guardian of Peace (GoP) pun menyebarkan lebih dari 40GB data rahasia perusahaan tersebut. Di antara data yang bocor itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk para selebriti, nomor jaminan sosial, serta salinan beberapa film yang belum dirilis.

Ada dugaan bahwa peretasan ini masih akan berbuntut panjang. Para peretas mengklaim ada total 100 TB data yang berhasil mereka curi, termasuk seluruh database email. Data 40GB yang sudah dibocorkan, hanyalah bagian kecil dari itu.

Terkait peretasan ini, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pelakunya adalah Korea Utara. Namun tuduhan itu dibantah. Bahkan negeri komunis itu sempat menawarkan kerjasama untuk menyelidiki pelakunya.

2. Bocornya 56 Juta Kartu Kredit PelangganThe Home Depot
Pada September 2014, perusahaan retail AS The Home Depot mengumumkan telah jadi korban aksi peretasan. Peristiwa itu membuat 53 juta alamat email serta 56 juta informasi kartu kredit dan kartu debit pelanggan bocor.

Peretas The Home Depot telah masuk ke dalam sistem komputer perusahaan sejak April. Dia masuk ke dalam komputer internal perusahaan dengan memanfaatkan informasi yang dicuri dari vendor pihak ketiga lalu. Baru lima bulan kemudian perusahaan itu mengetahui sistem keamanannya telah dijebol.

3. The Fappening
Kasus peretasan ini adalah yang paling heboh  sebelum terjadinya peretasan terhadap Sony. Terutama karena yang dibocorkan adalah foto-foto “polos” para selebriti Hollywood.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah foto tanpa busana milik aktris Jennifer Lawrence, namun ada juga foto selebriti lain seperti Kate Upton, Kaley Cuoco, Hayden Panetierre serta Kirsten Dunst.

Peretas dikabarkan mendapat foto-foto itu dengan cara menyusup ke dalam akun iCloud 100 orang selebriti. Selanjutnya dia menyebarkan 500 foto ke dalam forum 4chan.

CEO Apple Tim Cook membantah bahwa iCloud bisa dibobol dengan mudah oleh peretas itu. Namun pasca kejadian tersebut, Apple meningkatkan keamanan iCloud dengan cara mengirim peringatan via email jika ada orang yang berusaha memindahkan isi penyimpanan berbasis cloud itu ke wadah lain.

4. Snappening
Pasca peretasan The Fappening mereda, muncul peretasan Snappening. Ini adalah sebutan untuk kasus peretasan terhadap aplikasi berbagi foto Snapchat.

Total ada 13GB data, 98 ribu foto dan video milik pengguna Snapchat yang bocor ke publik. Semua foto itu disebarkan dalam forum 4chan, hingga akhirnya ada juga yang mengunggahnya ke layanan unduh peer-to-peer Pirate Bay.

5. Kepanikan di TweetDeck
Seorang remaja 19 tahun di Austria menemukan ada celah kemanan pada TweetDeck, aplikasi yang populer digunakan untuk mengelola beberapa akun Twitter. Celakanya, celah tersebut bisa digunakan untuk membuat akun Twitter orang lain menjadi zombie.

Caranya adalah dengan mengirimkan sebuah kode JavaScript di dalam Tweet sehingga akun milik orang lain dipaksa untuk meng-RT kicauan dari akun pengirim. Remaja itu sudah memberitahukan Twitter mengenai celah keamanan temuannya, sayangnya sudah ada orang lain yang memanfaatkannya sebelum celah tersebut diperbaiki.

6. Peretasan Bitcoin
Peretasan Bitcoin ini terjadi pada situs penjualan obat Silk Road 2.0 pada Februari lalu. Administrator situs tersebut mengumumkan bahwa sekitar 4.400 Bitcoins senilai 2,6 juta dollar AS habis di ambil Hacker.
Namun itu bukan satu-satunya peristiwa peretasan Bitcoin. Bulan berikutnya, muncul sebuah kabar tentang upaya peretasan Bitcoin menggunakan Pony botnet. Pelakunya berhasil membajak sekitar 85 dompet virtual dan menambang uang digital senilai 220 ribu dollar AS.

Kasus peretasan bermotif Bitcoin tersebut semakin banyak terjadi seiring dengan diterimanya mata uang digital itu dalam transaksi keuangan.

7. Regin, Alat yang Meretas Pemerintah
Regin adalah malware yang pernah membobol sistem keamanan Uni Eropa dan sebuah operator telekomunikasi di Belgia. Peristiwa pembobolan tersebut terjadi pada 2011 dan 2013, namun malware yang dipakai untuk membobolnya baru diketahui sekarang.

Regin bukan sekadar malware biasa. Malware ini adalah alat mata-mata yang bisa digunakan untuk membajak keseluruhan jaringan serta infrastruktur tertentu. Program jahat ini dirancang untuk tetap tak terdeteksi selama bertahun-tahun.

Fitur paling hebatnya adalah sebuah komponen yang membuatnya bisa membajak stasiun telekomunikasi GSM sehingga penyerang bisa mengendalikan seluruh jaringan komunikasi.

Pembuat Regin masih misterius. Namun banyak yang meyakini malware canggih ini dibuat oleh departemen intelijen Inggris Government Communication Headquarters (GCHQ) dengan bantuan National Security Agency (NSA).

7 Cara Menghindari Modus Penipuan DI Facebook | INFO

Cara Menghindari Modus Penipuan DI Facebook | INFO



Jumlah pengguna Facebook saat ini sudah lebih dari 1 miliar. Tak heran jika situs pertemanan tersebut sering menjadi target ladang penyebaran pesan spam, phishing scam atau penyusupan malware. Ancaman keamanan ini tidak bisa dicegah, namun bisa dihindari.
 
Penipuan di Facebook umumnya memanfaatkan Wall untuk menjaring korbannya. Jebakan yang biasa digunakan adalah dengan tawaran hadiah gratis atau menyuruh korban menginstal aplikasi atau video tertentu, dengan cara mengklik sebuah link yang jika diklik akan berpotensi terkena malware atau jadi korban phishing.

Modus serangannya biasanya memanfaatkan salah satu dari modus ini, yaitu: rasa keingintahuan manusia yang mengundang seseorang tertarik untuk mengkliknya, eksploitasi terhadap peristiwa tertentu yang menghebohkan seperti bencana alam, atau anjuran menginstal aplikasi.

Berikut 7 tips dari MemS yang bisa dijadikan panduan agar Anda terhindar dari penipuan di Facebook.

1.Teliti lagi pesannya. Apakah pesan yang Anda terima terlihat aneh dari pesan yang biasanya dikirim teman Anda? Misalnya: jika teman Anda biasa ngobrolin soal game, lalu tiba-tiba ia mengirim pesan yang tidak biasanya seperti "OMG! Look at this video", kemungkinan besar pesan itu tidak sengaja dikirimnya karena akunnya sendiri mungkin sudah disusupi. Intinya, jika pesan tampak aneh/tidak biasa atau tidak sesuai dari karakter postingan teman Anda, maka jangan klik link tersebut.

2.Cek news feed Facebook Anda. Apakah pesan aneh tersebut tiba-tiba muncul di Facebook Anda beberapa kali? Jika iya, kemungkinan itu adalah penipuan yang dikirim secara otomatis.

3.Perhatikan setiap permintaan otorisasi untuk setiap aplikasi yang Anda install. Contohnya: untuk menampilkan video, sebuah aplikasi di Facebook seharusnya tidak perlu mengakses semua informasi Anda atau meminta izin untuk memposting sesuatu ke Wall Anda. Cek selalu aplikasi yang meminta otorirasi. Sebelum menginstal aplikasi, cek nama dan validitasnya.

4.Berhati-hatilah jika Anda mendapat pesan aneh berisi link dari teman Anda, sementara teman Anda tersebut tidak biasanya posting seperti itu.

5.Selalu verifikasi URL sebelum mengkliknya. Coba arahkan kursor mouse Anda ke link tersebut (tapi jangan klik), cek detil link tersebut di footer browser Anda apakah link tersebut merupakan URL Phishing. URL phishing sekilas mirip dengan URL sebuah situs terkenal. Misalnya YouTube. namun ketika diklik alamat URL-nya malah YouTube.

6.Jika Anda mengklik sebuah link lalu muncul halaman yang isinya aneh atau mencurigakan, jangan klik link atau icon apapun pada halaman tersebut.

7.Jika pesan terlihat mencurigakan, segera hapus dari wall Facebook Anda. Jangan sampai terperangkap penipuan klasik seperti ini.

Semoga Sedikit Info Ini bisa membantu agan2 semua untuk menghindari penipuan di Facebook. :)